APAKAH YANG TERJADI PADA DIRIMU SAAT DI
RAHIM IBU?
Sebelum
membahas apakah yang terjadi pada rahim ibu, kalian harus mengetahui organ
tubuh apa saja yang berperan dalam
pembentukan janin dalam kandungan. Organ tersebut adalah organ reproduksi. Organ reproduksi yang terlibat meliputi organ
reproduksi pria dan wanita sehingga pembahasan secara menyeluruh dinamakan
sistem reproduksi.
A.
Pembahasan pertama adalah tentang bagian-bagian organ
reproduksi pria. Organ reproduksi
pada pria yang utama yaitu ;
1.
Testis sebagai
tempat memproduksi sel sperma dan memproduksi hormone testosterone.
2.
Skrotum adalah
kantong kulit yang melindungi testis berfungsi tempat bergantungnya testis.
3.
Vas defferent
merupakan saluran yang bermuara dari epididimis ke urethra, berfungsi tempat
penyimpanan sperma sebelum dikeluarkan melalui penis .
4.
Epididmis adalah
saluran-saluran yang lebih kecil dari vas defferent yang mempunyai bentuk
berkelok-kelok dan mambentuk bangunan seperti topi. Epididimis berfungsi
sebagai tempat pematangan sel sperma.
5.
Urethra berfungsi
untuk membawa sperma dan urine keluar tubuh atau merupakan saluran sperma dan
urine.
6.
Vesikula seminalis
berfungsi memberikan tempat yang basah bagi sperma agar sperma dapat berenang,
juga sebagai tempat penampung spermatozoa dari testis.
7.
Penis untuk mengalirkan sperma keluar.
Untuk lebih jelas bagian-bagian organ reproduksi pria dapat dilihat gambar berikut ini ..
Gambar alat reproduksi
pria
Pembahasan selanjutnya,
tentang organ reproduksi wanita. Organ produksi pada wanita yang utama
yaitu:
1.
Vulva merupakan daerah yang menyelubungi vagina. Vulva terdiri dari mons pubis,
labia, klitoris, dan saluran kemih. Mons pubis adalah gundukan jaringan lemak
yang terdapat dibagian bawah perut. Labia adalah lipatan berbentuk seperti bibir
yang terletak didasar mons pubis. Labia terdiri dari 2 yaitu bibir luar (labia
mayora, yang berbentuk tebal dan besar) dan bibir dalam (labia minora, yang
berbentuk tipis yang menjaga jalan masuk vagina). Sedangkan klitoris terletak
pada pertemuan kedua labia tersebut.
2. Ovarium (indung telur) berfungsi memproduksi
sel telur dan hormon estrogen dan progesteron.
3. Servik atau mulut rahim adalah bagian terdepan
dari rahim yang berfungsi memproduksi cairan berlendir
4. Tuba fallopi (saluran telur) sebagai saluran
yang menghubungkan antara ovarium dan uterus.
5. Uterus (rahim) sebagai tempat pertumbuhan
embrio menjadi janin. Bentuk rahim seperti buah pear, berongga dan berotot,
sebelum hamil beratnya 30-50 gram dengan ukuran panjang 9 cm dan lebar 6 cm
kurang lebih sebesar telur ayam kampong. Pada saat hamil mampu membesar dan
beratnya memcapai 1000 gram. Rahim terdiri atas 3 lapisan yaitu:
a.
Lapisan
parametrium, adalah lapisan paling luar yang berhubungan dengan rongga perut.
b.
Lapisan miometrium,
adalah lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan
(kontraksi).
c.
Lapisan
endometrium, adalah lapisan dalam sebagai tempat menempelnya sel telur yang
sudah dibuahi, mengandung lapisan kelenjar yang berisi pembuluh darah.
Untuk lebih jelas bagian-bagian
organ reproduksi wanita dapat dilihat gambar berikut ini ..
B. Pembahasan yang kedua adalah proses pembentukan sel sperma dan sel
telur. Pembentukan sel sperma disebut spertogenesis dan pembentukan sel telur
disebut oogenesis. Proses pembentukan kedua sel kelamin tersebut diuraiakan
lebih lengkap di bawah ini
Spematogenesis dan Oogenesis
a.
Spermatogenesis
adalah proses pembentukan dan pemasakan
sperma. Spermatogenesis terjadi di tubulus
seminiferus testis. Dalam tubulus tersebut terdapat sel sperma yang disebut
spermatogonium. Spermatogonium kemudian membelah secara meiosis menghasilkan spermatogonium yang haploid.
Spermatogonium ini kemudian membesar membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer seterusnya akan membelah
secara meiosis I untuk menghasilkan dua spermatosit sekunder yang haploid.
Kemudian setiap spermatosit sekunder akan membelah secara meiosis II untuk
menghasilkan spermatid yang haploid. Sel-sel spermatid akan berdeferensiasi
menjadi spermatozoa (sperma).
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram di bawah ini.
Untuk lebih jelasnya
dengarkan tentang penjelasan spermatogenesis berikut ini.
b.
Oogenesis adalah proses pembentukan ovum (sel telur) yang terjadi di ovarium.
Oogenesis diawali dengan pembelahan mitosis lapisan luar ovarium untuk
membentuk oogonium yang diploid yang disebut folikel primer. Ketika folikel tumbuh, oosit primer membelah secara
meiosis I menghasilkan satu oosit
sekunder dan badan kutub. Oosit
sekunder kemudian berkembang menjadi ovum
haploid yang siap untuk dibuahi oleh sperma.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram di bawah ini.
Untuk lebih jelasnya dengarkan tentang penjelasan oogenesis berikut ini.
Fertilisasi
dan Perkembangan Embrio.
Proses pertemuan dan peleburan antara sel
telur dan sel sperma disebut fertilisasi atau pembuahan. Proses ini diawali
dengan ovum matang dilepas ovarium
(proses ovulasi) dan ditangkap rumbai-rumbai pada corong tuba fallopi yang
diesbut fimbria. Jika ada sel sperma masuk. Maka ovum dibuahi oleh sperma. Ovum
yang sudah dibuahi membentuk zogot, kemudian zigot bergerak menuju rahim. Jika
ovum tidak dibuahi sperma, jaringan dalam dinding rahim yang telah menebal dan
banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh sehingga terjadi menstruasi.
Bersamaan dengan terjadinya pematangan
ovum, sel-sel dinding rahim tumbuh menebal dan banyak pembuluh darah sehingga
pada saat zigot dating dan menempel tidak terjadi gangguan. Pematangan ovum dan
penebalan dinding rahim dipengaruhi hormone estrogen dan progesterone. Di rahim
embrio berkembang selama 9 bulan untuk menjadi bayi.
Perkembangan
embrio melalui tahapan sebagai berikut:
a.
Usia 4 minggu,
sudah tampak pertumbuhan mata dan telingga.
b.
Usia 8 minggu,
sudah terbentuk janin yang mirip dengan bayi, mulai tampak tangan, jari tangan,
hidung dan kaki.
c.
Usia 10 minggu,
panjang janin lebih kurang 6 cm dan sudah terlihat seperti bayi. Ukuran kepala
lebih besar daripada ukuran badan.
d.
Usia 16 minggu,
panjang janin telah mencapai 40 cm dan memiliki organ yang sudah lengkap.
e.
Usia 40 minggu,
janin sudah siap untuk dilahirkan.
Selama
dalam rahim, embrio mendapatkan nutrisi dari induknya melalui plasenta, selain
itu plasenta berfungsi pula untuk:
a.
menyalurkan makanan
dari induk ke embrio.
b.
Mengalirkan zat-zat
sampah dari embrio ke dalam darah induknya.
c.
Melindungi janin
dari berbagai zat racun atau kuman penyakit.
Agar lebih jelas perhatikan vido proses penciptaan manusia karya
HarunYahya di bawah ini
Masa
Subur
Masa subur adalah masa dimana terjadinya pelepasan sel
telur pada perempuan. Titik puncak kesuburan terjadi pada hari ke 14
sebelum masa menstruasi berikutnya. Tetapi tanggal menstruasi berikutnya
sering kali tidak pasti pada remaja. Biasanya diambil perkiraan masa
subur 3-5 hari sebelum dan sesudah hari ke 14 tersebut. Pada masa remaja
pencegahan kehamilan dengan tidak melakukan hubungan seksual pada masa subur
(sistem kalender), tidak dapat diandalkan. Ini disebabkab siklus
mentruasi pada remaja perempuan biasanya tidak teratur.
Siklus
Haid Pada Wanita
Selama
siklus haid tubuh wanita siap untuk menghadapi kehamilan. Siklus ini diatur
oleh empat hormon seksual. Hormon perangsang folikel dan hormon peluruh yang
disekresi oleh kelenjar pituitari menyebabkan sebuah telur di folikel menjadi
matang dan dilepaskan. Telur dan folikelnya mengeluarkan hormon estrogen dan
progesteron yang membuat dinding rahim menebal. Telur yang terbuahi akan membenamkan diri ke
dinding rahim tersebut .
Bila tidak terbuahi telur akan keluar dari tubuh bersama darah
dan sel-sel dinding tersebut saat haid. Siklus berlangsung selama 28 hari namun
bisa bervariasi setiap bulannya dan bisa berbeda pada setiap perempuan. Jarak
antara satu haid dengan haid berikutnya tidak sama pada setiap orang.
Adakalanya 21 hari atau bisa juga 35 hari.
Pada
masa sekitar menstruasi, menjelang dan sesudah menstruasi sebagian remaja
perempuan diliputi suasana yang tidak menentu dan juga perasaan yang kurang
nyaman atau terasa sakit di sekitar bawah pusar. Hal in bisa saja membuat
seorang perempuan menjadi cepat lelah dan mudah tersinggung perasaannya.
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Penyakit
menular seksual biasanya ditularkan dari orang ke orang melalui kontak seksual,
tidak hanya hubungan kelamin tapi juga melalui anal ataupun oral. Data
menunjukkan 2/3 orang dengan penyakit menular seksual terinfeksi sebelum umur
25 tahun. Jika kita berpikir bahwa kita dapat mengenali seseorang yang memiliki
PMS atau tidak berarti kita SALAH. Tidak semua jenis PMS memiliki gejala yang
dapat dilihat dari luar. Banyak PMS justru tidak menunjukkan gejala yang dapat
diamati.
Kelainan/penyakit
yang berhubungan dengan alat reproduksi antara lain;
1. AIDS
disebabkan oleh virus HIV yang menyerang kekebalan tubuh.
2. Gonorhoe
(kencing nanah) adalah penyakit yang menyerang selaput lendir uretra, leher
rahim dan organ lain yang disebabkan oleh bakteri,
3. Herpes
genetalis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpessimplek
dengan tanda-tanda timbulnya rasa gatal atau sakit pada daerah kelamin dan
adanya luka terbuka atau lepuhan berair.
4. Sifilis
(raja singa) disebabkan oleh bakteri Troponema polidium dengan
tanda-tanda luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir, pembengkakan
kelenjar getah bening pada bagian paha, nyeri pada tulang dan sendi.
Berikut contoh penyakit yang
ditularkan melalui hubungan seksual/penyakit menular seksual (PMS).
- Chlamydia
PMS yang paling umum yang dapat menyebabkan sterilitas. Infeksi ini sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. - Gonorrhea
Salah satu PMS yang paling umum dan dapat disembuhkan. Dapat ditularkan melalui hubungan seksual, anal ataupun oral. - Genital
Human Papiloma Virus
Sering menimbulkan kutil pada alat kelamin. Beberapa tipe menunjukkan kemungkinan mengarah terhadap terjadinya keganasan seperti kanker serviks, penis ataupun anus. Pap Smear adalah salah satu tes yang direkomendasikan untuk memeriksa/mendeteksi dini kemungkinan terjadinya kanker serviks pada wanita. - Herpes
Infeksi yang sangat nyeri yang disebabkan oleh virus. Kalian dapat membawa virus tersebut tanpa gejala dan tetap berpotensi menularkan virus ini. Herpes dapat dirawat tapi sulit disembuhkan total. - Hepatitis
B
Infeksi ini dapat menyebabkan infeksi kronis dan kerusakan hati permanen bahkan kematian. Hepatitis B sangat menular dan ditularkan lewat cairan tubuh atau darah. Meskipun berbahaya tapi dapat dicegah dengan vaksin. Jadi pastikan dirimu telah mendapat vaksin hepatitis. - Syphilis
Penyakit ini sangat berbahaya dan fatal. Ditandai dengan kelainan kulit yang tidak nyeri. Penularan dapat melalui k ontak dengan penderita. Sifilis dapat menimbulkan komplikasi pada jantung, otak, dan korda spinal. - HIV/AIDS
Penyakit ini ditandai dengan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh dan timbulnya penyakit penyerta akibat mikroorganisme yang sebenarnya flora normal pada tubuh. Penyakit ini hingga saat ini belum dapat disembuhkan.
Sumber artikel ini
adalah
http://youtube.com/watch?v=VZNUypTj3c4
vidio harun yahya
gambar organ reproduksi wanita
Setelah kalian mempelajari materi sistem reproduksi
diatas maka langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan dapat dilihat
di bawah ini !
Setelah memahami
langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan di kelas maka kalian
dipersilahkan mengerjakan tugas-tugas berupa lembar diskusi siswa di bawah ini!
Pengerjaan lembar
diskusi siswa disesuaikan dengan sejauh mana tahapan kegiatan
pembelajaran telah dilaksanakan di kelas. Hal – hal yang kurang jelas dapat
ditanyakan pada saat pembelajaran di kelas.
SELAMAT BELAJAR DAN BEKERJA SEMOGA SUKSES …..
Setelah kalian mempelajari
materi sistem reproduksi maka kerjakan kuis di bawah ini



Artikelnya bagus dan menarik. Kalimatnya sederhana dan mudah dipahami.
BalasHapusSalam sukses bu
Semangat bu.
BalasHapusSalam sukses...
terima kasih bu emy atas kunjungannya
BalasHapus